Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 25 April 2021

TARIAN ADAT CACI SUKU MANGGARAI

SEMBOYAN
"MUKU CA PU'U TOE WOLENG CURUP(kesatuan kata) "IPUNG CA TIWU NEKA WOLENG WINTUK"(kesatuan tidakan) "TEU CA AMBONG NEKA WOLENG LAKO"(kesatuan langkah)





Reba Lomes Manggarai(22 SEPTEMBER 2018) 
acara karnaval budaya ini di selenggarakan setiap bulan tanggal 22,september  dalam rangka HUT KOTA KEFAMENANU. 
Dimana pada saat itulah seluruh anak muda/ mudi mahasiswa "IKATAN MAHASISWA MANGGARAI KEFAMENANU(IMMK) di UNIMOR bersama para orangtua yang berada di kefamenanu turut ikut serta dalam kegiatan karnaval budaya, dengan antusiasnya dan semangat mewariskan budaya manggarai di tanah rantauan.



Kesenian satu ini merupakan suatu permainan uji ketangkasan dalam bela diri yang dipadukan dengan suatu gerak tari. Namanya adalah Tari Caci. yang adalah warisan leluhur yang harus di jaga, dan di lestarikan baik dimanapun kita berada.


Apakah Tari Caci itu? 

Tari Caci adalah kesenian tradisional sejenis tarian perang yang khas dari masyarakat Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara timur. Tarian ini merupakan tarian yang dimainkan oleh dua penari laki-laki yang menari dan saling bertarung dengan menggunakan cambuk dan perisai sebagai senjatanya. Tari Caci ini juga merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal di Pulau Flores, NTT. Tarian ini sering ditampilkan di berbagai acara seperti saat syukuran musim panen (hang woja), ritual tahun baru (penti), dan berbagai upacara adat lainnya.

Asal mula Tari Caci

Menurut sumber sejarah yang ada, Tari Caci ini berawal dari tradisi masyarakat Manggarai dimana para laki-laki saling bertarung satu lawan satu untuk menguji keberanian dan ketangkasan mereka dalam bertarung. Tarian ini kemudian berkembang menjadi sebuah kesenian dimana terdapat gerak tari, lagu dan musik pengiring untuk memeriahkan acara. Nama Tari Caci sendiri berasal dari kata “ca” berarti “satu” dan “ci” yang berarti “uji”. Sehingga caci dapat diartikan sebagai uji ketangkasan satu lawan satu.

Makna Dan Nilai-nilai Dalam Tari Caci

Sebagaimana fungsinya, tarian ini merupakan media bagi para laki-laki Manggarai dalam membuktikan kejantanan mereka, baik dalam segi keberanian maupun ketangkasan. Walaupun terkandung unsur kekerasan didalamnya, kesenian ini memiliki pesan damai di dalamnya seperti semangat sportivitas, saling menghormati, dan diselesaikan tanpa dendam diantara mereka. hal inilah yang menunjukan bahwa mereka memiliki semangat dan jiwa kepahlawanan di dalam diri mereka.

Pertunjukan Tari Caci

Tari Caci ini dilakukan oleh sekelompok penari laki-laki dengan bersenjatakan cambuk dan perisai. Dalam pertunjukannya, sekelompok penari tersebut dibagi menjadi dua bagian dan dipertandingkan satu lawan satu. Sebelum penari dipertandingkan, pertunjukan terlebih dahulu diawali dengan Tari Tandak atau Tari Danding Manggarai. Tarian tersebut dilakukan oleh penari laki-laki dan perempuan sebagai pembuka acara dan meramaikan pertunjukan Tari Caci. Setalah tarian pembuka selesai kemudian dilanjutkan dengan atraksi Tari Caci.

Saat kedua penari akan memasuki arena, penari terlebih dahulu melakukan pemanasan dengan melakukan gerak tari. Kemudian mereka saling menantang sambil menyanyikan lagu-lagu adat, lalu pertandingan pun dimulai. Dalam atraksi ini juga terdapat beberapa aturan, pemain hanya boleh memukul pada tubuh bagian atas lawanya seperti bagian lengan, punggung, atau dada.

Selain itu penari harus bisa menangkis atau menghindar dari serangan lawan. Apabila tidak, maka dia akan terkena serangan lawan dan menyisakan luka ditubuhnya, bahkan hingga berdarah. Pemain bertahan akan dinyatakan kalah apabila terkena cambuk di matanya. Setelah semua penari sudah dimainkan, kemudian kedua kelompok dikumpulkan dan melakukan jabat tangan atau berangkulan sebagai tanda damai dan tidak ada dendam di antara mereka.

Pengiring Tari Caci

Dalam pertunjukan Tari Caci ini biasanya diiringi oleh alat musik tradisional seperti gendang dan gong, serta nyanyian nenggo atau dare dari para pendukung. Dalam pertunjukan tersebut setiap kelompok biasanya memiliki pendukung sendiri-sendiri. Seperti layaknya sebuah pertandingan olah raga, para pendukung juga bersorak-sorak memberikan dukungan dan semangat kepada para penari agar bisa menang.

Kostum Tari Caci

Dalam pertunjuakan Tari Caci ini, penari juga menggunakan kostum layaknya prajurit yang akan maju ke medan perang. kostum para penari biasanya hanya menggunakan penutup kepala (pangkal) dan pakaian pada bagian bawah saja, sehingga tubuh bagian atas tanpa busana. Pada penutup kepala penari menggunakan topeng yang terbuat dari kulit kerbau yang keras untuk melindungi wajah dari serangan lawan.

Sedangkan pada tubuh bagian bawah menggunakan celana panjang berwarna putih dan sarung songket khas Manggarai berwarna hitam. Sebagai aksesoris diberi giring-giring yang berbunyi mengikuti gerakan penari. Selain itu penari membawa cambuk dan perisai sebagai senjata, yang terbuat dari kulit kerbau/ sapi yang sudah dikeringkan.

Perkembangan Tari Caci

Tari Caci ini merupakan salah satu kesenian tradisional yang cukup terkenal dan masih dilestarikan oleh masyarakat Manggarai di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Kesenian ini juga masih sering ditampilkan di berbagai acara seperti syukuran musim panen(hang woja), ritual tahun baru (penti), penyambutan tamu besar, dan berbagai acara adat lainnya.

Sekian pengenalan tentang “Tari Caci Kesenian Tradisional Dari Manggarai, Flores, NTT”. Semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan anda tentang kesenian tradisional di indonesia.






KEBERSAMAAN

Le Ca Bantang Tara Manga'n Lonto Cama.
By: Sinyo handiawan
Arti Kebersamaan Dalam sebuah ikatan!
Kata "Kebersamaan" terasa begitu familiar di telinga kita, khususnya bagi mereka yang tergabung dalam sebuah komunitas atau organisasi. Tapi terkadang individu didalam kelompok tersebut tidak tahu atau bahkan melalaikan arti makna dari kebersamaan. Mengapa rasa kebersamaan begitu penting dalam sebuah organisasi, ikatan, group atau komunitas? Kata "Kebersamaan" memiliki makna sebuah ikatan yang terbentuk karena rasa kekeluargaan/persaudaraan, lebih dari sekedar bekerja sama atau hubungan profesional biasa.
Kebersamaan memiliki 4 unsur yang harus diciptakan dan dijaga oleh setiap individu yang tergabung didalamnya:
1. Sehati & Sepikir (Satu Visi)
Dalam sebuah organisasi akan terdapat banyak orang yang memiliki pendapat berbeda. Satu kepala satu ide, seribu kepala seribu ide. Namun jika ingin membuat kelompok kita kuat dan solid, maka selayaknya kepentingan bersama lebih diutamakan dari kepentingan pribadi. Tinggalkan perbedaan dan galang persamaan, akan mengantar organisasi kita dapat berjalan dg lancar.
2. Tidak Egois
Sudah bukan rahasia lagi jika manusia itu adalah "makhluk egois". Apapun yang tidak memiliki nilai tambah buat dirinya, kebanyakan tidak akan ada partisipasi yang dikeluarkan, bahkan dianggap tidak penting. Jika sifat ini ada dalam sebuah organisasi, bisa dipastikan organisasi tersebut hanya punya program tapi tidak ada kegiatan. Tidak ada yang mempelopori, karena semua menganggap apa yang mereka lakukan tidak ada imbal baliknya. Jika ingin memiliki organisasi yang solid, maka kita mulai utk belajar menurunkan Ego demi kepentingan bersama.
3. Kerendahan Hati
Organisasi akan memiliki anggota yang hegemoni (campuran). Terkadang ada sebagian anggota yang terlibat tidak memiliki keahlian dan pengalaman khusus, modal mereka hanya sekedar kerelaan demi memberikan sumbangsih. Maka selayaknya anggota yang memiliki usia lebih tua, pengalaman lebih matang, keahlian lebih tinggi, kondisi finansial lebih beruntung, untuk menekan rasa sombong dalam diri dan rela bekerja sama (sambil menuntun) dg anggota lainnya. Kerendahan hati akan menghindarkan kita dari rasa benci, iri hati dan timbulnya kelompok yang terkotak-kotak.
4. Kerelaan Berkorban.
Setiap individu dalam sebuah organisasi, akan memiliki sumbangsih yang bisa berbeda-beda. Ada yang menyumbangkan dana, pikiran, fasilitas, tenaga atau waktu. yang punya finansial lebih menyumbangkan dana utk transportasi dan konsumsi, sementara yang memiliki waktu menyumbangkan tenaga dan waktunya utk melaksanakan tugas. Perbedaan sumbangsih jangan sampai membuat gesekan negatif yang bisa berdampak pada perpecahan. Jika ingin bekerja bersama-sama, maka siapkan kerelaan untuk mau berkorban dan jangan pernah itung-itungan.
Jika setiap individu dalam sebuah organisasi memahami dan terus belajar untuk memenuhi 4 unsur diatas, maka lambat laun organisasi yang dikembangkan akan menjadi semakin kuat dan solid di kemudian hari. Kesadaran diri untuk menjadi insan yang lebih baik dan terus bertumbuh, akan sangat membantu proses perubahan diri.
_#Tabe Latang ITE Sanggen Taung#_
~ Happy Blogging & Belajar Lebih Baik ~


Jumat, 23 April 2021

The Story of Roses and the Bamboo Tree

Kraeng Sinyo(15-09-1997)
Manggarai, Flores ,Nusa Tenggara Timur


The Story of Roses and the Bamboo Tree

In a greenery enclosure, there are rose patio nurseries are in blossom. Roses transmit an extremely fragrant smell. With lovely hues, many individuals who halted to applaud the roses. Not a couple of guests to the recreation center take the time to take pictures before or beside the rose patio nursery. Roses has a beguiling claim, everybody adores roses, that is one of the images of affection.

Then, on the opposite side of the recreation center, there is a gathering of bamboo trees appear to be dull. From regular, the state of bamboo trees for truly, no blossoming bloom or fragrance favored by numerous individuals. Nobody is lauding the bamboo tree. Nobody needs to take a photo beside a bamboo tree. So no big surprise if the bamboo is constantly envious when I saw the rose patio nursery encompassed by quite a few people. “Hello there roses,” said the bamboo in one day.

“You know, I generally need to like you. Blossoming perfectly, has a fragrant smell, constantly lauded stunning and witness the excellent human adoration, “proceeded with the bamboo with a miserable tone. Rose who heard it grinned, “Thank you for the compliment and genuineness, bamboo,” he said. “In any case, you know, I really begrudge you”. The bamboo wonder, she didn’t realize what to make of roses jealousy him.

No single bit of bamboo is more lovely than a rose. “How weird, why you’re envious of me?” “obviously I begrudge you. How about we see, you’ve got an exceptionally solid stem, when the tempest comes, you survive, don’t falter by any stretch of the imagination, “said the roses. “Concerning me and my companions, we are extremely delicate, the wind a bit, we will lose petals, our life is short,” included the roses with a pitiful tone. Bamboo understood that he had the force.

The force that he considers typical could really praiseworthy according to the roses. “Be that as it may, the rose, you are dependably sought after. You have dependably been lovely home enhancement, or turn into a hair adornment of the young ladies, ” The roses back a grin, “You’re correct bamboo, I frequently utilized as a trimming and looked for after, however you know, I would wilt a couple of days after the fact, not care for you,” Bamboo back befuddled, “I don’t comprehend,” “Ah bamboo ..” Rose said, shaking his head, “You know, individuals regularly utilize you as an instrument to deplete the water.

You are extremely helpful for different plants. With water streaming in the body, you turn a ton of plants, “said the roses. “I’m so astonished, with the advantage of it, you ought to be upbeat and not begrudge me,” Bamboo gestured, he understood that this time, she has been advantageous to different plants. In spite of the fact that commend it all the more regularly dedicated to roses, genuine bamboo additionally has the advantage that is not mediocre compared to that lovely blossom. Since the discussion with roses, the bamboo is no more considering his destiny, he was happy to know the qualities and advantages that can be given to different animals.

Arti Dalam bahasa Indonesia

Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu

Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga. Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan, semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.

Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat taman mawar dikerumuni banyak orang. “Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada suatu hari.

“Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih. Mawar yang mendengar hal itu tersenyum,“Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”Sang bambu keheranan, dia tidak tahu apa yang membuat mawar iri dengannya.

Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh sekali, mengapa kau iri denganku?”. “Tentu saja aku iri denganmu. Coba lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih. Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan.

Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,” Sang mawar kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak seperti kamu, ”Bambu kembali bingung”, “Aku tidak mengerti,” “Ah bambu..”, ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu sebagai alat untuk mengalirkan air.

Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri padaku”. Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang bisa diberikan untuk makhluk lain.

Pesan yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah “Daripada menghabiskan tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain”.

Iya itulah sebuah cerita yang mudah – mudahan bisa menginspirasi kita semua. terus kunjungi SBI untuk mendapatkan materi-materi bahasa inggris yang oke. Terima kasih!!! 🙂

TARIAN ADAT CACI SUKU MANGGARAI

SEMBOYAN "MUKU CA PU'U TOE WOLENG CURUP( kesatuan kata ) "IPUNG CA TIWU NEKA WOLENG WINTUK"( kesatuan tidakan ) "TEU...