 |
Kraeng Sinyo(15-09-1997)
Manggarai, Flores ,Nusa Tenggara Timur |
The Story of Roses and the Bamboo Tree
In a greenery enclosure, there are rose patio nurseries are in blossom. Roses
transmit an extremely fragrant smell. With lovely hues, many individuals who
halted to applaud the roses. Not a couple of guests to the recreation center
take the time to take pictures before or beside the rose patio nursery. Roses
has a beguiling claim, everybody adores roses, that is one of the images of
affection.
Then, on the opposite side of the recreation center, there is a gathering of
bamboo trees appear to be dull. From regular, the state of bamboo trees for
truly, no blossoming bloom or fragrance favored by numerous individuals.
Nobody is lauding the bamboo tree. Nobody needs to take a photo beside a
bamboo tree. So no big surprise if the bamboo is constantly envious when I saw
the rose patio nursery encompassed by quite a few people. “Hello there roses,”
said the bamboo in one day.
“You know, I generally need to like you. Blossoming perfectly, has a fragrant
smell, constantly lauded stunning and witness the excellent human adoration,
“proceeded with the bamboo with a miserable tone. Rose who heard it grinned,
“Thank you for the compliment and genuineness, bamboo,” he said. “In any case,
you know, I really begrudge you”. The bamboo wonder, she didn’t realize what
to make of roses jealousy him.
No single bit of bamboo is more lovely than a rose. “How weird, why you’re
envious of me?” “obviously I begrudge you. How about we see, you’ve got an
exceptionally solid stem, when the tempest comes, you survive, don’t falter by
any stretch of the imagination, “said the roses. “Concerning me and my
companions, we are extremely delicate, the wind a bit, we will lose petals,
our life is short,” included the roses with a pitiful tone. Bamboo understood
that he had the force.
The force that he considers typical could really praiseworthy according to the
roses. “Be that as it may, the rose, you are dependably sought after. You have
dependably been lovely home enhancement, or turn into a hair adornment of the
young ladies, ” The roses back a grin, “You’re correct bamboo, I frequently
utilized as a trimming and looked for after, however you know, I would wilt a
couple of days after the fact, not care for you,” Bamboo back befuddled, “I
don’t comprehend,” “Ah bamboo ..” Rose said, shaking his head, “You know,
individuals regularly utilize you as an instrument to deplete the water.
You are extremely helpful for different plants. With water streaming in the
body, you turn a ton of plants, “said the roses. “I’m so astonished, with the
advantage of it, you ought to be upbeat and not begrudge me,” Bamboo gestured,
he understood that this time, she has been advantageous to different plants.
In spite of the fact that commend it all the more regularly dedicated to
roses, genuine bamboo additionally has the advantage that is not mediocre
compared to that lovely blossom. Since the discussion with roses, the bamboo
is no more considering his destiny, he was happy to know the qualities and
advantages that can be given to different animals.
Arti Dalam bahasa Indonesia
Kisah Bunga Mawar dan Pohon Bambu
Di sebuah taman, terdapat taman bunga mawar yang sedang berbunga.
Mawar-mawar itu mengeluarkan aroma yang sangat harum. Dengan warna-warni
yang cantik, banyak orang yang berhenti untuk memuji sang mawar. Tidak
sedikit pengunjung taman meluangkan waktu untuk berfoto di depan atau di
samping taman mawar. Bunga mawar memang memiliki daya tarik yang menawan,
semua orang suka mawar, itulah salah satu lambang cinta.
Sementara itu, di sisi lain taman, ada sekelompok pohon bambu yang tampak
membosankan. Dari hari ke hari, bentuk pohon bambu yang begitu saja, tidak
ada bunga yang mekar atau aroma wangi yang disukai banyak orang. Tidak ada
orang yang memuji pohon bambu. Tidak ada orang yang mau berfoto di samping
pohon bambu. Maka tak heran jika pohon bambu selalu cemburu saat melihat
taman mawar dikerumuni banyak orang. “Hai bunga mawar,” ujar sang bambu pada
suatu hari.
“Tahukah kau, aku selalu ingin sepertimu. Berbunga dengan indah, memiliki
aroma yang harum, selalu dipuji cantik dan menjadi saksi cinta manusia yang
indah,” lanjut sang bambu dengan nada sedih. Mawar yang mendengar hal itu
tersenyum,“Terima kasih atas pujian dan kejujuranmu, bambu,” ujarnya. “Tapi
tahukah kau, aku sebenarnya iri denganmu,”Sang bambu keheranan, dia tidak
tahu apa yang membuat mawar iri dengannya.
Tidak ada satupun bagian dari bambu yang lebih indah dari mawar. “Aneh
sekali, mengapa kau iri denganku?”. “Tentu saja aku iri denganmu. Coba
lihat, kau punya batang yang sangat kuat, saat badai datang, kau tetap
bertahan, tidak goyah sedikitpun,” ujar sang mawar. “Sedangkan aku dan
teman-temanku, kami sangat rapuh, kena angin sedikit saja, kelopak kami akan
lepas, hidup kami sangat singkat,” tambah sang mawar dengan nada sedih.
Bambu baru sadar bahwa dia punya kekuatan.
Kekuatan yang dia anggap biasa saja ternyata bisa mengagumkan di mata sang
mawar. “Tapi mawar, kamu selalu dicari orang. Kamu selalu menjadi hiasan
rumah yang cantik, atau menjadi hiasan rambut para gadis,” Sang mawar
kembali tersenyum, “Kamu benar bambu, aku sering dipakai sebagai hiasan dan
dicari orang, tapi tahukah kamu, aku akan layu beberapa hari kemudian, tidak
seperti kamu, ”Bambu kembali bingung”, “Aku tidak mengerti,” “Ah bambu..”,
ujar mawar sambil menggeleng, “Kamu tahu, manusia sering menggunakan dirimu
sebagai alat untuk mengalirkan air.
Kamu sangat berguna bagi tumbuhan yang lain. Dengan air yang mengalir pada
tubuhmu, kamu menghidupkan banyak tanaman,” lanjut sang mawar. “Aku jadi
heran, dengan manfaat sebesar itu, seharusnya kamu bahagia, bukan iri
padaku”. Bambu mengangguk, dia baru sadar bahwa selama ini, dia telah
bermanfaat untuk tanaman lain. Walaupun pujian itu lebih sering ditujukan
untuk mawar, sesungguhnya bambu juga memiliki manfaat yang tidak kalah
dengan bunga cantik itu. Sejak percakapan dengan mawar, sang bambu tidak
lagi merenungi nasibnya, dia senang mengetahui kekuatan dan manfaat yang
bisa diberikan untuk makhluk lain.
Pesan yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah “Daripada menghabiskan
tenaga dengan iri pada orang lain, lebih baik bersyukur atas kemampuan diri
sendiri, apalagi jika berguna untuk orang lain”.
Iya itulah sebuah cerita yang mudah – mudahan bisa menginspirasi kita semua.
terus kunjungi SBI untuk mendapatkan materi-materi bahasa inggris yang oke.
Terima kasih!!! 🙂